dari sekian perjalanan yang kutemui, yang tiap perhentian kuanggap mereka adalah teduhku adalah salah
benar benar salah
mereka adalah teduh yang hanya sekejap datang
meneduhkan sekejap hati yang usang
lalu entah hanya riuh yang terasa
Allah kali ini melihatku lelah
ada jalan salah yang bertahun tahun kupertahankan
ada rasa salah yang kutaruhkan
Allah sayang padaku..
dibiarkan aku berjalan sendiri , dengan sesekali menengok kebelakang agar lebih kuat untuk melanjutkan jalan
sampai Dia percayakan padaku seseorang yang tak pernah kutemui sebelumnya
dengan senyum sederhana yang selalu memperlihatkan ketulusan
sikap sederhana yang membuatku tersadar
saat menatapnya, tak pernah kulihat mata seteduh ini sebelumnya
kerlipan lentik bulumatanya bagai cahaya yang menerangi redupku ditiap jalan yang sudah kulewati
terimakasih atas semua perjalanan yang melelahkan ini ya Allah
dia adalah jawaban atas kesabaranku
mengikhlaskan apa yang tak seharusnya milikku
kau ubah caraku menilai dan merasa sesuatu dengan hal sesederhana ini
kamu dengan segala masalalumu juga memberiku sadar
aku juga harus baik menjaga teduhku
bimbingan dan kesabaranmu sangat meneduhkanku
Tahun ini adalah mimpiku dulu diusia yang dulu pernah aku angankan
Allah kabulkan itu
Angan dan harapanku terwujud satu persatu ditahun ini, aku percaya
kau akan tetap bersamaku tidak seperti teduh yang palsu
semoga kita bertemu nanti disuatu ikrar yang Allah Ridhai
terimakasih untuk ikatan yang kau percayakan
terimakasih telah sabar menungguku
menghadapi ku sebagai badai riuh dan berisik
aku bersyukur telah menemukanmu Teduhku..
- Wisnu Basuki -
Semarang, 27 Juli 2020
Tri Kurnia N

No comments:
Post a Comment