πSetenang daun gugur yang berjatuhanπ
Ketika ranting sudah mulai melemahkan genggaman..
Aku sebagai daun berusaha bertahan mencoba menggenggam
Tak ingin ikut serta berjatuhan
Karna kutau betapa berjuangnya dulu aku berusaha tumbuh menjadi daun yang meneduhkanmu
Iya memang dulu aku pernah berusaha menjadi tempat ternyaman untuk berteduh setidaknya melepas lelahmu
Dulu aku ingin tumbuh seperti pohon yang bisa kau sandari ketika lelah
Ternyata aku lupa ! Aku tak lebih hanya sebuah daun yang tak tau akan dilepaskan ranting kapan saja
Rupanya benar kau memilih pergi mencari tempat berteduh yang lebih meneduhkanmu
Diantara langkah yang kau tinggalkan, aku masih menggantung diantara ranting sembari menghitung langkah yang kau tinggalkan
Berharap agar kali itu ranting tak menjatuhkan aku dulu , aku ingin melihat memastikan dengan pasti dari ketinggian ini , memastikan kau tak salah berteduh, dan pohon yang kau singgahi nyaman dan lebih rindang dari ku
Dari sekian waktu aku menunggu, kukira kau akan pulang, berteduh lagi dibawahku dan bercerita seperti biasanya
Sudahlah aku tau ternyata aku digugurkan terlebih dahulu oleh rantingku
Iya aku terjatuh dibawa angin perlahan membawaku mengombang ambingkan ku sebelum jatuh
Diantara waktu yang tersisa sebelum ku di sapa sang tanah , aku berdoa semoga ada yang menangkapku dan membawa pulang ,merawatku diantara robekan karena angin
Atau bahkan menjaga keberadaan ku tetap menjadi daun meski dalam bingkai nantinya sebagai hiasan juga peneduh mata yang melihatku
Agar robekan ini tak begitu berarti
Kini yang bisa kulakukan hanya tenang mengikuti angin yang membawaku dan berdoa semoga yang menemukanku kali ini adalah yang terahir π
Dan kamu yang pernah berteduh, terimakasih sudah membuatku lebih berarti, aku bahagia dengan jejak dan senyum yang kau tinggalkan ☺
Dan sampai sekarang doaku masih sama semoga pohon yang kau singgahi juga yang terahir, agar kau tak lelah lagi berkelana
Terimakasih untuk kisahnya terimaksih untuk kekuatannya :)
Semua itu menjadikanku daun yang kuat π
(Tri Kurnia Ningsih)
Ketika ranting sudah mulai melemahkan genggaman..
Aku sebagai daun berusaha bertahan mencoba menggenggam
Tak ingin ikut serta berjatuhan
Karna kutau betapa berjuangnya dulu aku berusaha tumbuh menjadi daun yang meneduhkanmu
Iya memang dulu aku pernah berusaha menjadi tempat ternyaman untuk berteduh setidaknya melepas lelahmu
Dulu aku ingin tumbuh seperti pohon yang bisa kau sandari ketika lelah
Ternyata aku lupa ! Aku tak lebih hanya sebuah daun yang tak tau akan dilepaskan ranting kapan saja
Rupanya benar kau memilih pergi mencari tempat berteduh yang lebih meneduhkanmu
Diantara langkah yang kau tinggalkan, aku masih menggantung diantara ranting sembari menghitung langkah yang kau tinggalkan
Berharap agar kali itu ranting tak menjatuhkan aku dulu , aku ingin melihat memastikan dengan pasti dari ketinggian ini , memastikan kau tak salah berteduh, dan pohon yang kau singgahi nyaman dan lebih rindang dari ku
Dari sekian waktu aku menunggu, kukira kau akan pulang, berteduh lagi dibawahku dan bercerita seperti biasanya
Sudahlah aku tau ternyata aku digugurkan terlebih dahulu oleh rantingku
Iya aku terjatuh dibawa angin perlahan membawaku mengombang ambingkan ku sebelum jatuh
Diantara waktu yang tersisa sebelum ku di sapa sang tanah , aku berdoa semoga ada yang menangkapku dan membawa pulang ,merawatku diantara robekan karena angin
Atau bahkan menjaga keberadaan ku tetap menjadi daun meski dalam bingkai nantinya sebagai hiasan juga peneduh mata yang melihatku
Agar robekan ini tak begitu berarti
Kini yang bisa kulakukan hanya tenang mengikuti angin yang membawaku dan berdoa semoga yang menemukanku kali ini adalah yang terahir π
Dan kamu yang pernah berteduh, terimakasih sudah membuatku lebih berarti, aku bahagia dengan jejak dan senyum yang kau tinggalkan ☺
Dan sampai sekarang doaku masih sama semoga pohon yang kau singgahi juga yang terahir, agar kau tak lelah lagi berkelana
Terimakasih untuk kisahnya terimaksih untuk kekuatannya :)
Semua itu menjadikanku daun yang kuat π
(Tri Kurnia Ningsih)


